-->

Selasa, 27 Oktober 2026

 

Pemadaman Kebakaran hutan di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai. Foto: Perum Perhutani Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Kuningan.

Cirebon – Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (BTNGC) mengintensifkan patroli untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan di kawasan konservasi. Pemantauan dilakukan melalui patroli darat, penggunaan drone, sosialisasi, serta pemasangan papan peringatan.


Kepala Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (BTNGC), Tony Anwar, S.Hut., M.T, mengatakan petugas melakukan patroli secara rutin untuk mendeteksi potensi kebakaran. Pengawasan tersebut menyasar kawasan rawan, termasuk lokasi yang memiliki akses sulit dijangkau.


“Kami sampaikan setiap hari kami melakukan patroli,” ujarnya, dilansir dari RRI Selasa, 27/10/2026. Ia menjelaskan, patroli dilakukan melalui jalur darat maupun pemantauan udara menggunakan drone.


Selain patroli, BTNGC memasang papan peringatan di sejumlah lokasi rawan kebakaran. Sosialisasi kepada masyarakat juga dilakukan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penggunaan api di kawasan hutan.


Tony mengatakan jalur pendakian telah ditutup sejak Agustus sebagai langkah pencegahan kebakaran. “Kami juga sudah melakukan penutupan pendakian,” katanya.


Penutupan tersebut bertujuan mengurangi risiko kebakaran yang berpotensi muncul akibat aktivitas wisata di jalur pendakian. Kebijakan itu juga dilakukan dengan memperhatikan arahan pimpinan terkait perlindungan kawasan konservasi.


Petugas turut mengajak masyarakat sekitar berperan dalam memberikan informasi apabila menemukan indikasi kebakaran. Keterlibatan warga dinilai penting untuk mendukung pengawasan dan mempercepat penanganan di lapangan.


Tony berharap patroli rutin dan sosialisasi dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kawasan hutan. Ia mengingatkan bahwa pencegahan membutuhkan kepatuhan pengunjung dan dukungan seluruh pihak.


sumber: rri


loading...
Next article Next Post
Previous article Previous Post